Sejarah Seni Tradisional Cibarengkok: Menelusuri Makna dan Filosofi Angklung, Dogdog Lojor, dan Lesung

  • Harum Nirmala Sari Universitas Setia Budhi Rangkasbitung
  • Juliana Agusty Nurqirani Universitas Setia Budhi Rangkasbitung
  • Moch Al-Fath Nurussalam Universitas Setia Budhi Rangkasbitung

Abstract

Artikel ini membahas sejarah seni tradisional Cibarengkok, sebuah desa di Kabupaten Lebak, dengan fokus pada tiga alat musik dan perkakas tradisional: angklung, dogdog lojor, dan lesung.  Melalui metode wawancara, artikel ini mengungkap makna dan filosofi yang tersembunyi di balik setiap alat musik dan perkakas. Angklung, dengan melodinya yang ceria, melambangkan kebersamaan dan kegembiraan. Dogdog lojor, dengan dentumannya yang menggelegar, merefleksikan kekuatan dan ketahanan. Sementara lesung, dengan hentakannya yang berirama, mencerminkan kesuburan dan harapan akan panen yang melimpah. Artikel ini juga membahas bagaimana seni tradisional Cibarengkok terus hidup dan berkembang hingga saat ini, menjadi warisan budaya yang berharga bagi masyarakat

Published
2025-01-20
How to Cite
Sari, H., Nurqirani, J., & Nurussalam, M. (2025). Sejarah Seni Tradisional Cibarengkok: Menelusuri Makna dan Filosofi Angklung, Dogdog Lojor, dan Lesung. KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH, 13(1), 15-19. Retrieved from https://jurnal.usbr.ac.id/KALA/article/view/508

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.